Jenis Proses dan alur pekerjaan maintenance alat berat pada HEMS

PERAWATAN DAN PERBAIKAN

HEMS ( Heavy Equipment Management System ) sebagai suatu system yang menggunakan software berbasis web memiliki system kerja yang sangat spesifik dan sistimatik dengan alur dan proses kerja yang terstruktur sehingga dapat diikuti sebagai standar prosedur operasional perusahaan.

 

Pekerjaan maintenance alat berat adalah salah satu pekerjaan yang penting dalam dunia konstruksi. Alat berat seperti excavator, bulldozer, backhoe, dan sebagainya, membutuhkan perawatan yang rutin agar tetap berfungsi dengan optimal. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang jenis pekerjaan maintenance alat berat yang umum dilakukan oleh teknisi atau mekanik alat berat.

  • P2H ( Pemeriksaan dan Perbaikan harian )

P2H ( Pemeriksaan dan Perbaikan harian ) adalah jenis pekerjaan maintenance alat berat yang paling mendasar. Inspeksi ini dilakukan setiap hari sebelum alat berat digunakan. Teknisi atau mekanik alat berat akan memeriksa bagian-bagian penting dari alat berat seperti mesin, sistem hidrolik, kabel, dan seluruh sistem elektronik untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Dalam inspeksi rutin, teknisi atau mekanik akan mencari tanda-tanda kerusakan seperti bocor, retak, atau keausan pada komponen.

  • Perawatan Berkala

Perawatan berkala adalah jenis pekerjaan maintenance alat berat yang dilakukan setelah alat berat digunakan selama jangka waktu tertentu atau setelah mencapai jumlah jam operasi tertentu. Perawatan ini mencakup pembersihan alat berat secara keseluruhan, penggantian filter udara, filter oli, dan penggantian oli mesin. Selain itu, perawatan berkala juga mencakup pengecekan dan penggantian komponen yang telah rusak atau aus.

  • Repair atau Perbaikan Kerusakan

Perbaikan kerusakan adalah jenis pekerjaan maintenance alat berat yang dilakukan ketika ada komponen atau sistem yang tidak berfungsi dengan baik atau rusak. Teknisi atau mekanik akan melakukan pengecekan untuk menentukan masalah yang ada pada alat berat dan kemudian memperbaikinya. Perbaikan kerusakan bisa berupa penggantian komponen yang rusak atau perbaikan sistem yang tidak berfungsi dengan baik.

  • Upgrade Sistem

Upgrade sistem adalah jenis pekerjaan maintenance alat berat yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja alat berat. Teknisi atau mekanik akan mengganti komponen atau sistem yang sudah usang dengan yang lebih baru dan canggih untuk meningkatkan produktivitas alat berat. Upgrade sistem juga dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi alat berat.

  • Troubleshooting

Troubleshooting adalah jenis pekerjaan maintenance alat berat yang dilakukan ketika ada masalah pada sistem elektronik. Teknisi atau mekanik akan menggunakan perangkat lunak khusus untuk menentukan masalah pada sistem elektronik dan kemudian memperbaikinya. Troubleshooting biasanya dilakukan pada alat berat yang lebih modern yang menggunakan sistem elektronik yang kompleks.

Dalam dunia konstruksi atau tambang , alat berat merupakan investasi yang sangat besar. Oleh karena itu, perawatan alat berat sangat penting untuk memastikan alat berat berfungsi dengan optimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan melakukan jenis pekerjaan maintenance alat berat yang tepat, alat berat dapat bertahan selama bertahun-tahun dan dapat digunakan untuk berbagai proyek konstruksi. Selain itu, perawatan alat berat juga dapat membantu mengurangi biaya operasional karena mencegah kerusakan yang lebih parah dan memperpanjang umur pakai alat berat.

Selain pekerjaan maintenance alat berat yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa jenis pekerjaan lainnya yang terkait dengan perawatan alat berat, seperti pengujian kebocoran, pembersihan sistem pendingin, penggantian suku cadang, dan sebagainya. Namun, pekerjaan maintenance alat berat membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi dan pengetahuan yang mendalam tentang sistem dan komponen alat berat. Oleh karena itu, biasanya pekerjaan maintenance alat berat dilakukan oleh teknisi atau mekanik yang sudah berpengalaman dan terlatih dalam bidangnya.

Pekerjaan maintenance alat berat merupakan hal yang sangat penting dalam dunia konstruksi dan pertambangan. Perawatan alat berat yang baik dapat memastikan alat berat berfungsi dengan optimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan melakukan jenis pekerjaan maintenance alat berat yang tepat, alat berat dapat bertahan selama bertahun-tahun dan mengurangi biaya operasional yang tinggi. Oleh karena itu, pemilik alat berat harus selalu memperhatikan perawatan alat beratnya agar dapat berfungsi dengan baik dan digunakan untuk berbagai proyek konstruksi yang berbeda.

Proses kerja maintenance alat berat pada HEMS

Proses kerja maintenance alat berat pada HEMS terdiri dari beberapa tahap yang harus dilakukan secara sistematis dan teratur untuk memastikan alat berat berfungsi dengan optimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Proses Maintenance ini harus dilakukan :

  1. Pada saat unit pertama kali datang dan akan digunakan dalam suatu proyek
  2. Pada saat unit akan disewa dan siap untuk mobilisasi.
  3. Pada saat unit Kembali dari operasi sewa, setelah demobilisasi.
  4. Pada saat dilakukan P2H

Berikut adalah beberapa tahap dalam proses kerja maintenance alat berat:

  1. Inspeksi dan Penilaian Tahap pertama : dalam proses kerja maintenance alat berat adalah melakukan inspeksi dan penilaian secara menyeluruh pada alat berat untuk menentukan kondisi dan kinerjanya. Pada tahap ini, teknisi atau mekanik akan memeriksa seluruh bagian alat berat, termasuk mesin, sistem hidrolik, transmisi, sistem elektronik, dan sistem pengereman, untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau keausan yang terlihat.
  2. Pembersihan dan Penggantian Komponen : Setelah inspeksi dilakukan, teknisi atau mekanik akan membersihkan alat berat secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan debu yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen. Selain itu, komponen yang aus atau rusak juga akan diganti pada tahap ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di masa depan.
  3. Perbaikan dan Penggantian Sistem : Pada tahap ini, teknisi atau mekanik akan melakukan perbaikan pada sistem atau komponen yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Jika ada komponen yang tidak dapat diperbaiki, teknisi atau mekanik akan menggantinya dengan yang baru. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa alat berat berfungsi dengan optimal dan aman digunakan.
  4. Pengujian dan Pemeliharaan Berkala :  Setelah tahap perbaikan selesai dilakukan, teknisi atau mekanik akan melakukan pengujian untuk memastikan bahwa alat berat berfungsi dengan baik. Selain itu, perawatan berkala juga harus dilakukan secara teratur untuk memastikan alat berat selalu dalam kondisi yang baik. Hal ini mencakup penggantian oli, filter udara, filter oli, dan perawatan lainnya yang diperlukan untuk menjaga kinerja alat berat.
  5. Pelaporan dan Dokumentasi Tahap terakhir : dalam proses kerja maintenance alat berat adalah pelaporan dan dokumentasi. Setelah seluruh pekerjaan maintenance selesai dilakukan, teknisi atau mekanik akan membuat laporan yang berisi hasil inspeksi, pekerjaan yang dilakukan, dan hasil pengujian. Selain itu, dokumen yang diperlukan seperti jadwal perawatan, garansi, dan catatan pengeluaran juga harus dijaga dengan baik.

Proses kerja maintenance alat berat membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi dan pengetahuan yang mendalam tentang sistem dan komponen alat berat. Oleh karena itu, pemilik alat berat harus memperhatikan dan memilih teknisi atau mekanik yang berpengalaman dan terlatih dalam bidangnya untuk melakukan maintenance alat berat agar dapat berfungsi dengan baik dan digunakan untuk berbagai proyek konstruksi yang berbeda.

Alur kerja maintenance alat berat di workshop

Maintenance alat berat di workshop biasanya memiliki alur kerja yang terorganisir dan sistematis untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan secara efisien dan tepat waktu.

Berikut adalah alur kerja yang umum dilakukan dalam maintenance alat berat di workshop:

  1. Penerimaan informasi keluhan masalah yang terjadi pada Unit, baik pada saat unit masih dapat beroperasi ataupun sudah tidak dapat beroperasi di lapangan ( miasalnya : kecelakaan ), pada tahapan proses ini unit masih berada di lapangan baik dapat beroperasi ataupun tidak. Tahapan ini hanya berupa informasi dalam bentuk dokumen Form Keluhan Unit, tahapan ini pada HEMS disebut dengan PLAN, pada tahap ini Laporan list unit sudah berubah dari READY menjadi MAINTENENCE. 

2. Penerimaan Alat Berat Alat berat yang akan dilakukan maintenance pertama kali diterima oleh petugas penerimaan. Pada tahap ini, petugas akan menerima dokumen keluhan unit yang berisi identitas alat berat, jenis pekerjaan yang diminta , dan catatan tentang keluhan atau masalah yang dialami oleh alat berat, pada tahap ini unit sudah masuk dalam area workshop ( sudah tidak beroperasi ), tahapan ini pada HEMS disebut dengan BREAKDOWN

3. Masih dalam tahap Breakdown atau pada HEMS disebut dengan ANTRIAN berupa pemeriksaan awal setelah alat berat diterima mekanik akan melakukan inspeksi terhadap alat berat untuk menentukan kondisi dan kinerjanya. Pada tahap ini, petugas akan memeriksa seluruh bagian alat berat, termasuk mesin, sistem hidrolik, transmisi, sistem elektronik, dan sistem pengereman, untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau keausan yang terlihat.

4. Analisis Masalah , masih dalam tahap ANTRIAN, jika ada masalah yang ditemukan pada tahap pemeriksaan awal, maka petugas akan menganalisis masalah tersebut dan memberikan diagnose untuk menentukan tindakan yang harus diambil. Pada tahap ini, mekanik akan mencari tahu penyebab masalah, mengevaluasi kerusakan atau keausan, dan menentukan apakah perlu dilakukan perbaikan atau penggantian komponen.

5. Persiapan Material dan Peralatan Setelah masalah dianalisis, bagian logistic  akan menyiapkan material dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan perbaikan atau penggantian komponen. Petugas juga akan mempersiapkan ruang kerja dan alat yang dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan efektif, pada tahapan ini akan diterbitkan WO, sebagai surat perintah pekerjaan dan panduan alur perkerjaan yang harus dilakukan oleh team mekanik.

6. Perbaikan atau Penggantian Komponen atau pada HEMS adalah tahapan PROSES , setelah persiapan selesai dilakukan, team mekanik akan melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa alat berat berfungsi dengan optimal dan aman digunakan.

7. Pengujian dan Pemeliharaan Berkala Setelah perbaikan atau penggantian komponen selesai dilakukan, petugas akan melakukan pengujian untuk memastikan bahwa alat berat berfungsi dengan baik. Selain itu, perawatan berkala juga harus dilakukan secara teratur untuk memastikan alat berat selalu dalam kondisi yang baik. Hal ini mencakup penggantian oli, filter udara, filter oli, dan perawatan lainnya yang diperlukan untuk menjaga kinerja alat berat, dalam tahap ini apabila masih terdapat masalah ang belum terselesaikan karena kurangnya sparepart atau peralatan atau maasalah lain, maka status maintenance berubah menjadi HOLD

8. Pelaporan dan Dokumentasi Tahap terakhir dalam alur kerja maintenance alat berat di workshop adalah pelaporan dan dokumentasi. Setelah seluruh pekerjaan maintenance selesai dilakukan, petugas akan membuat laporan yang berisi hasil inspeksi, pekerjaan yang dilakukan, dan hasil pengujian. Selain itu, dokumen yang diperlukan seperti jadwal perawatan, garansi, dan catatan pengeluaran juga harus diperbarui secara teratur, pada HEMS tahap ini disebut dengan status SELESAI, artinya tahapan proses maintenance sudah close, pada Laporan ( tampilan ) daftar list unit, status yang tadinya MAINTENANCE akan berubah menjadi READY ( siap operasi ) .

Dengan alur kerja maintenance alat berat di workshop yang sistematis dan terorganisir, diharapkan dapat memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan tepat waktu dan hasilnya dapat memperpanjang masa pakai alat berat. Hal ini juga dapat membantu mengurangi biaya perawatan jangka panjang dan meningkatkan efisiensi operasi alat berat.

Namun, perlu diingat bahwa alur kerja ini hanya bersifat umum dan dapat bervariasi tergantung pada jenis alat berat yang diperlakukan dan jenis pekerjaan maintenance yang harus dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti prosedur yang ditentukan oleh produsen dan pabrik untuk memastikan pekerjaan maintenance dilakukan dengan benar dan efektif.

Selain itu, dalam melakukan maintenance alat berat, perlu diingat bahwa keamanan harus selalu menjadi prioritas utama. Pekerja harus memastikan bahwa semua alat pelindung diri (APD) digunakan dengan benar dan selalu mematuhi prosedur keamanan yang ditentukan. Hal ini dapat membantu mencegah kecelakaan kerja yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami